Sabtu, 25 Desember 2010

one day in a trip to Jakarta

lagi-lagi, a trip to jakarta. dan lagi lagi, destinasi yang paling deket emang cuma kota. dari shelter kelapa dua sasak gua naik busway dalam rangka cari objek foto sekalian jalan-jalan ngelepas penat abis terima rapor.dan sebenernya fotonya banyak, cuma yang paling enak diliat ya ini kali ya, tapi gatau deng~


stasiun jakartakota. dari dulu sampe sekarang masih aja berdiri gagah, dari jaman uyut gua baru punya anak sedikit -_-" <-- terus apa hubungannya nis~ tapi kalo masuk kesini, aura jaman dulunya rada rada kerasa, soalnya struktur bangunannya masih jaman dulu gitu, tapi hiruk pikuknya semakin bertambah tiap harinya seiring berhembusnya (?) dinamika perubahan zaman

plang penunjuk jalan
berkali kali gua perhatiin plang ini, tapi tetep aja gangerti gimana kota bisa deketan sama mangga dua. gua berasumsi kalo kedua lokasi ini berjauhan eh tapi gatau juga deng. soal jakarta, memang saya (benar benar) buta


dilarang belok kiri


they're bestfriends~
agustin damayanti - septiana fenny - rahma wati fajri latiefa - fitriana ari yanti


i am not going to tell you whose cigarette is that. yes, i am not going to tell you anything
*pull zipper on the mouth*


so many people live under poverty. guess that government can handle it soon? let's wait and see if they could. sekian banyaknya masalah ibu kota, yang ngebuat pemprov mau bunuh diri pastilah masalah kemiskinan, infrastruktur bisalah diperbaiki dengan pajak yang dikasih, tapi kemiskinan, sebanyak apapun kita bayar pajak, tetep kemiskinan tetep ada dan malah cenderung bertambah, jadi bagaimana?


baru tau kalo misalnya patung Hermes di museum Fatahillah megang tongkat yang ada ulernya. sumpah. berkali kali kesini tapi baru merhatiin. dibandingkan tongkat ini mungkin gua lebih merhatiin Hermes-nya yang *ehm shirtless


sepatunya shila, temennya fenny. walau dipake di kaki pipit. gatau kenapa gua suka aja sama warnanya, walaupun bertentangan dengan pendirian gua dalam memakai sepatu (gua lebih suka sepatu warna gelap) tapi imut ya sepatunya? mungkin kalo gua pake sepatu imu macem gini, orang orang bakal lebih suka neleng dan terpana sama sepatu gua dibanding muka gua oke ehm


kapan Hermes berbusana? jangan tanya gua, andaikan Hermes dapat bertitah dan memberi tahu kita semua kapan ia akan mengenakan pakaian


seperti yang kita lihat, itu keadaan kota tua. kurang lebihnya makin lama makin kayak lautan manusia, dan lebih kumuh. mungkin wajar kalo kita buang sampah sembarangan, tapi beneran, rada malu juga kalo ada bule lewat bawa bawa SLR canggih segede umat dan mungkin di dalem hatinya dia kecewa karena kota tua yang harusnya antik, malah lebih cocok dibakar pake pemantik.
"i'm so disappointed to be here, it's sucks, it's ngebelesek!" gimana coba kalo mereka mikir gitu? *jeger


kubah museum fatahillah


ya, sekarang di kota tua, ada orang yang jualan beginian. cincinku namamu. dari pada gitu mending "hatiku namamu" yega? prikitiw~


wayang. ada di gerobak dawet ayu atau apa ya namanya gua lupa, kawan -_-


museum wayang dan bunga bougainvillea (bener gatulisannya?) *plangnyadoang

PS: maaf ya keseringan nulis post yang kesini, abis emang yang paling mudah dijangkau, ya cuma disini hehe -_- byebye reader *muach

Tidak ada komentar:

Posting Komentar