Selasa, 15 Mei 2012

18: Success and Mature! :)

"When you think you don't fight hard for a man,
Then don't cry hard when he leaves you."

That was a quotation I got from Twitter.
Yeah, more or less, I think. I don't copy, I just try to memorize.

Maybe, this April had been bad, but this early May was worse. Maybe the worst. Swear, that might be the lowest period in my life.

So can you imagine you're being with someone for 20 months or more and this man really makes you real deep for him, and suddenly you're forced to "close the book" and let go. HERE'S TWO SICK WORDS: LET GO. However, I just couldn't. Well, it started because of my fault and I was the one who need to fix everything up.

So I won't tell you the detail, but May 6th was nearly coming.
6 Mei adalah ulang tahunnya. Mahasiswa yang suka bertaekwondo ria, yang kalo Chelsea lagi tanding tweetsnya bisa sederetan nongol di timeline, yang kalo Chelsea menang status BBM-nya dan DP BBM-nya seolah langsung menyatakan
"Hello world, today is Chelsea's Glory Day dan saya bukan fans karbitan Chelsea! KTBFFH!"
Seorang mahasiswa yang pernah jualan kamera analog dan koleksi merchandise Chelseanya bertambah banyak belakangan ini. Seseorang yang selalu menentukan man of the match di tiap pertandingan Chelsea, seseorang yang komplain kalo pemain Chelsea mainnya ogah-ogahan.
Seseorang yang ketika kemarin Chelsea menang dari Liverpool dan jadi juara FA senengnya setengah mati.

But it was hard to accept that those shouts when Chelsea won the game wouldn't be heared again. I couldn't control myself at first. Namanya galau stadium akhir, apapun pasti bisa jadi pemicu kegalauan.

Night became so rude. Emang bener ternyata, tengah malem adalah waktu yang paling afdol untuk galau. Saat manusia-manusia twitter udah pada bobok manis, guapun mulai menggeliat memasuki timeline, dan the good thing was no one would be disturbed.

Setelah mengalami lowest tide dalam kehidupan, akhirnya gua sadar, there will be nothing happened if I just stuck like this and galau a river. Can't I just do something useful? May 6th is still upcoming and you have to do some stuffs about it. Masih, masih ada kesempatan.

Dan gua kembali menggodok semua bahan-bahan yang tadinya udah keolah sebelum pergi ke Yogya. Yang pertama ada kardus yang udah gua lapis kertas daur ulang. Kardus itu masih kosong, dan gua nerawang. Mau gua isi apaan ini ya... Tinggal 2 hari lagi dia ulang tahun, mana sempet gua minta-mintain "data" ke orang yang dikenal.

But I realized, maybe I couldn't ask some people I knew to help, but this world had so much people inside.
I gotta go to ask some help from strangers.

So here's the steps. Malem-malem bikin kertas wishesnya dulu, pagi-pagi cari orang buat diajak foto sama kertas-kertas wishes.
Pagi-pagi gua grasa-grusu meninggalkan rumah dan ternyata nyari orang asing untuk minta bantuan itu gaterlalu gampang. Butuh mental pengganggu (yang sampe hati buat ngeganggu aktivitas orang) dan butuh keberanian, juga kesabaran (kalo-kalo orang yang diminta nolak dengan kurang sopan atau sok sibuk minta diguyur air keras). Tapi setelah flirty-flirty ke berbagai kalangan orang, mulai dari anak kecil, ibu-ibu, balita, om-om, bapak-bapak, sampe nenek-nenek, gua berkesimpulan, ternyata di dunia ini masih banyak orang baik yang mau membantu orang lain walaupun gakenal.

Segala macem bentuk support-pun gua dapet, walaupun bukan support sambil joget bawa pompom. Just a little attention: om-om dan anak-anak SMP, SD yang bareng sama dia nyengir sambil ngacungin jempol terus bilang "sukses ya!"   

dan anak-anak SD yang ngumpulin temen-temennya buat gua ajak foto sambil bilang "ayuk sini, gapapa sih, buat bantuin orang! Ini buat bantuin kakak ini lagi cari orang buat foto!"
 Those supports made me fly, and a little bit grew up my optimism. Thank You very much!! :__)


Pretty supports :)

Abis itu gua ke rumah tante buat bikin tiramisu. At the beginning, gua maunya ngasih nama "FIRAMISU" yang kalo dibaca jadi unyu maksi: Fir, I miss you. Firdaus, I miss you, I do! *histeris
Scrapbook..... Baik, mungkin sudah agak plong, tapi...
Gua mungkin adalah orang yang kikuk dengan prosedur bikin kue, apalagi ngehias. Gua ngebuat ruangan jadi messy gara-gara gabecus ngehias pake bubuk cocoa. Alhasil, hasil ngiasnya alakadarnya... Tapi tiba-tiba tante gua bak savior menjelaskan cara menghiasnya dan ngebantu.

So, at the 5th of May, everything was almost perfect... Kecuali massa.
Salah satu ide yang gua canangkan tahun ini, gua harus bisa ngajak 10 orang lebih, supaya rame. Dan awalnya subjek massa gua adalah alumni yang juga temen-temen doi. Maybe that was the hardest thing to do: ngumpulin massa. Bayangkan, gua udah sms alumni, tapi banyak yang udah punya planning masing-masing, dan banyak juga yang gadibales. Akhirnya gua niatin ngirim DM ke alumni-alumni yang gua kenal rada deket tapi gaada yang bales.

Gua frustasi di malem menjelang 6 Mei, gigit kuku sambil dehidrasi dan nerawang di angkot. Gimana caranya gua ngumpulin massa... Saking paniknya gua sampe ngerecetin alumni yang udah fix dateng, Kak Cinthya sama Kak Fajar. Maaf ya kakak-kakak...

But suddenly, gua pasrah. Mungkin tahun ini mimpi gua untuk memboyong alumni-pun harus kandas. But I still have friends. Dan dengan penuh kesadaran diri dan keinginan akhirnya gua memboyong anak-anak taekwondo dan beberapa anak X-3. Akhirnya gua dapet beberapa orang buat diajak. Cukup melegakan :)

------------------------------- Tengah Malem Tanggal 6
Pip Pip Pip Pip
Alarm 12.00 AM. Stop. Snooz

--Kamu mau telfon lagi atau ga?
 ---Selamat ulangtahun! Happy birthday to you! Bon anniversaire!
       Selamat hari berkah yang ke 18 ya...
         Di hari ini ada Supermoon, hebat. Tapi tanpa itu kamu udah jadi Superman. Hari ini juga ada waisak: walau hati harus rusak, namun sayang aku ke kamu
           tetep mutlak.
             Semoga panjang umur, sukses, disayang semua orang, bahagia, tambah...... ya. Wish you all the good things in life.
              I love you :)
--- Makasih ya :)
Gaada embel-embel apapun. Why it can be this normal. Ini salah, seharusnya ga gini...
Tapi gua gaberkutik. Gua diem seribu kata kayak kecoak keleyengan abis ditimpuk sendal.


Mungkin hari-H adalah hari terempong dalam segala persiapan ini. Gua jalan dari rumah pagi-pagi untuk ngambil FIRAMISU.Dan every little "jeblokan" happened. Mulai dari ternyata gaada kardus pembungkus dan kuenya sempet meleleh. Ternyata kue FIRAMISU ini sangat oversensitif seperti gua *eh. Jadi karena gaada disuatu wadah (misalnya kayak gelas, atau baskom yang ada penahan kokoh di pinggirannya) dia bakal meleleh. Sensitif banget sama panas. Hati kecil gua berkata kalo kue ini menggambarkan gua banget: Oversensitif dan saat itu hati gua emang lagi ngerasa vulnerable... Ya rawan, gakuat, dan cepet meleleh. Walaupun tepat sama perasaan gua, yang jelas gatepat buat jadi kue ulang tahun...

But, I tried my best. Gua gamau gagal. Dengan tekad bulat gimanapun gua kudu menaklukan hatinya sekali lagi. Mau jalanan gajlak gujluk, gua bakal meluk kue FIRAMISU ini sepenuh hati, karena gua mau nunjukin effort terbaik gua. Ditambah, udah banyak orang yang bersedia bantu gua, banyak orang yang ngedukung gua hari ini, please I don't want to make anyone, whoever, disappointed today, especially him.

Sampe di Srengseng, kak Cinthya udah nunggu di depan gang sambil berdiri, mukanya kepanasan. Gua langsung beringsut berjalan mencari kulkas. Untungnya, ada penjaga warung yang dengan baik hati meminjamkan freezernya buat gua, for free! Jarang ada yang gratisan kan, pipis aja bayar kan...
Sambil nunggu yang lain, gua ngelengkapin scrapbook yang ada. Gua juga minta tolong beli lilin tanpa pikir panjang. Akhirnya setelah kena delay sejam (delay? pesawat kali...), the show must go on.

Gua berkoordinasi dengan tante Nesa super yang berada bersama target di dalam rumah. Katanya target sedang ada di dalam kamar. Kunci motor udah diumpetin. Roger! Kerumunan-pun bergerak mendekat dengan ricuh, tangan gua gemeteran. Udah sampe di depan rumahnya, ternyata lilin gabisa nancep ke FIRAMISU karena dia terlalu lembek. Saking gemesnya, gua melakukan semacam debus yaitu berjalan sambil memegang lilin yang menyala. Agak bodoh, but I'll do debus, just to make this success!

Adiknya keluar dan membuat sedikit kehebohan. Tingkah gua mulai kayak monyet yang disuruh bakar diri, panik tapi kesulitan bicara. Akhirnya kita masuk ke pekarangan rumahnya dan masuk ke rumahnya dengan ribut. Yaduuuuuuu rencana gua, dan akhirnya sampailah di depan kamarnya.
"Da, buka pintu. Mau ngambil flashdisk," Kata Tante Nesa sambil ngetok-ngetok
"Entar aja...," Kata suara di dalem
"Da... Buruan, butuh nih!"
"Entar aja kenapa? Ngantuk mau tidur!"
..... Ujung-ujungnya suasana semakin ganyantai dan kawanan surprise-pun makin gondok. Tiramisu meleleh, kamera udah action. Tapi pintu kamar gakunjung dibuka. Pasti, ini sih pasti dia tau, pasti bocor!
Gua geregetan. Buka... Plis buka...
Muka gua mendung.
"Gimana nih? Nyanyi duluan aja apa?"
"Yaudah iya!"
Akhirnya pintu dibuka, dan kita semua nyanyi. Dan mukanya masih lusuh.

Happy birthday to you... Happy birthday to you...

Tanpa tiup lilin.Lucu...
Abis itu gua ngasih scrapbook.
"Hm.. Gimana?" "Hm... Gatau"
But there was nothing. Senyum ga, ekspresi hangat ga, yang ada cuma muka "WHAT IS THIS THING ON MY HAND? AH. I DON'T EVEN KNOW THIS"


Rasanya semua dunia ini hancur lebur. Gua tebulak-balik gelisah beberapa malem belakangan, dan akhirnya pas hari-H semuanya berantakan. Maybe, he won't stay... Maybe it's all over. Gua sedih, mewek gitu mukanya. Entahlah, apa yang gua rencanain dan gua harap bakal well-organized, hampir selalu messy di hari H.
I forget my gengsi and suddenly, this (awkward) birthday surprise turned into acara termehek-mehek campur katakan cinta.


"Please come back"
"...Please, I know I was wrong. But please"
"If you don't want to come back, then I'll make you to."
"Please?"


Saat semuanya cuma dibales dengan satu gelengan... Dunia gua luluh lantak.
I asked him to talk, and he agreed. Then we had a long argumentation. Like a seller and buyer, but more serious, and more pity. We had things to talk about. We had our own thoughts. We needed to listen. I needed to keep him close. Everything was complex between us, sementara peserta surprise party yang lain lagi asik mangsa sate tanpa inget sama yang empunya acara. God.



It was about 100 years later we started to make a deal. He brought back the little smile on my lips. He knew it well - He knew he could hurt me the most, but he also knew he could bring back my smile, and he knew he could do it well. Although it was a little bit messy (the party), but I was happy. I was happy to hear this from him:
"You know we've never broken up..."
I was sick of what you said at Friday. At first I was really mad. But I decided, I'm not gonna break it.


:____________)


I looked on him, his dazzling eyes. These nights were rude and I really missed the warmth of your face
Those strong arms
That deep voice
I miss you like you've been gone forever


I know I've made a mistake
And I know how uneasy it was to take
But I can promise you that nothing's fake
About me and you, for a God's sake


I promise you a world
when you don't need to fall
Please help me to make a call
to a brighter future for us, for all

Terima kasih, Tuhan, terima kasih.
Terima kasih, kamu, terima kasih sudah percaya, terima kasih sudah bersabar
Terima kasih semuanya, terima kasih, kalian membantu saya mendapatkan kebahagiaan
Tante Susan, Tante Nesa, Sarah, Cynthia Theresia Tambunan, Fajar Khoirul, Nofiani Annisa Rosifa, Anastasya Mayangsari, Fitriana Arianti, Nesya Utami, Nabila Zalfa, Aditanov Lagusto, Yuliana Kristina


‘Cause I miss you
Body and soul so strong 
That it takes my breath away
And I breathe you into my heart 

And pray for the strength to stand today
‘Cause I love you

Whether it’s wrong or right
And though I can’t be with you tonight
You know my heart is by your side


I don't want to run away 
But I can’t take it
I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I could stay in your arms? 
- "If You're Not the One", Daniel Bedingfield



Happy 18th birthday!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar