Selasa, 19 Juni 2012

The Last Project

Assalamualaikum saudarah-saudarah setanah air! Horasbah!

Exams week has passed. Minggu ulangan dan minggu terakhir KBM sebelum UAS yang gila itu sudah selesai. Setelah beberapa lama gua masih ada di dalam suatu dimensi dimana kekhawatiran akan nilai memuncak dan berada di titik Zenith hidup gua, akhirnya gua terjun bebas menuju titik stabil. I know, I have to worry about the scores, I know there will be an unexpected thing in my report, but I just want to sit awhile and think clearly. Dengan UAS keempat di dalam hidup gua, gua semakin menyadari bahwa bakat hitung-hitungan gua itu termehek-mehek and such a pity.

Oke cukup, nah kan gua jadi colong-colong curhat ngenes soal nilai...

Let me say for a thousand times: Time Flies. Datang, teralami, pergi, dan menghilang.

Setelah hampir satu tahun jadi anak kelas XI, saat lagi kongkow-kongkow pagi di ruang musik yang ber-AC full, sambil nahan hasrat lari ke jamban, kita semua kelas XI IPA 2 dititahkan oleh Ibu Yulieta, selaku the one and only music teacher in the school.

"Tugas terakhir kalian adalah bikin pagelaran kelas, dimana ada semua unsur seni mulai dari tarian, musik, peran, dan dekorasi. Mulai sekarang kumpulkan dananya"

...... Terakhir?

I know I often had trouble in music. Mulai dari pembawaan gurunya yang awalnya disiplin. Gua masih inget old days, pas gua masih jadi anak SMA yang berjiwa SMP, bau kencur pake baju gombrong. Kamis pagi gua dan temen sekelas lari-lari ke ruang musik sambil pake name tag gede segede umat di leher dari kardus indomie. Rambut harus dikuncir. Sampe ke ruang musik gua selalu pilih tempat "PLIS-GUA-GAKMAU-DUDUK-DI-DEPAN" karena gua merasakan semacam pressure setiap duduk di depan.

Pressure itu juga gua rasain kalo lagi main recorder, pasti tangan gua bakal gemeter jumpalitan menyerupai epilepsi sampe temen-temen gua di belakang bisa ngeliat dan cekikikan, pas main gitar kunci-kunci yang dihapal dan digabung dalam satu gantungan kunci tiba-tiba ilang satu gantungan, atau pas keyboard, semua kunci yang udah dihapal plus letaknya jadi kacau dan ujung-ujungnya malah refleks ngancurin keyboard sekolah... Hiperbola ah.

Dan setelah segala pressure dan nasihat, dia bilang kita sampai di project musik terakhir dengan harapannya: "Tampilkan yang terbaik sebagai balas budi kamu terhadap Ibu"

Setelah melakukan Pancasila sila ke 4 yaitu bermusyawarah bermufakat, akhirnya di dapat suatu konklusi bombastis sebagai materi project XI IPA 2: Ali Babu dan Baskom Ajaib.

This art project was kind of fairy tale dimana life is just that hard. Bukan realitas yang menggigit dan dialamin sehari-hari, but that was okay, ga ada manusia yang gapengen kabur sejenak dari realita.

Jadi ceritanya, ada sebuah kerajaan yang dipimpin ratu bengis yang haus kuasa, ya semacen perpaduan Ibu Tiri Cinderella dan Ratu di Snow White tapi minus narsis, namanya Ratu Elikesabet. Suatu hari tersiar kabar bahwa ada 2 baskom ajaib yang bisa mengabulkan segala permintaan di negeri selatan (pasti banyak anak gaul... loh), maka Ratu Elikesabet mengutus Ali Babu untuk mencari baskom itu. Selama di perjalanan Ali Babu ngelakuin banyak hal, diantaranya berkunjung ke dukun sampe ketemu sama Jasmine, cinlok-an yang ga diketahui asal-usulnya. Dibungkus dengan penuh adegan iklan dan hal-hal terbaru, semacem fenomena Iwak Peyek, iklan "AKU-GAPUNYA-PULSAHHH", dan lain-lain.
Jadi apa Ali Babu berhasil? Apa yang ada di baskom-baskom itu? Bagaimana kelanjutannya kisah Ali Babu?

Kepo?
Cekidot!


 
Persiapan di hari Rabu, 16 Mei 2012. Karena besoknya libur dan undangan harus buru-buru disebar, akhirnya semuanya kerja keras buat bantu bikin undangan. Ada yang bagian ngelapisin kardus pake karton, ada yang bagian nempel pernak pernik, ada yang nulis, dan ada yang gambar di belakang!

Total undangan ada 12 kelas, masing-masing kelas yang diundang harus ada 2 orang perwakilan buat dateng. Desainnya timur tengah ala pasangan A Whole New World Aladdin sama Jasmine, dan tebak tulisan di undangannya siapa yang nulis...... Hahahaha *sumringah*




 
LTR: Mitha, Ira, Rahma, Isnani, Este, Nurrohmah

Persiapan hari Kamis, tanggal 17 Mei 2012. Tanggal merah yang memungkinkan kita buat kerja rodi seharian. Semuanya ngumpul di  rumah Paramitha a.k.a Mitha a.k.a Mitul (paling kiri) buat bikin properti. Beberapa ke sekolah dan ngecat. Cowok-cowok mabok karena semalem udah ketemu cat dan paginya, saat mereka harusnya menggeliat ngulet manis di kasur, mereka harus ketemu cat lagi... Sabar ya. Beberapa orang ngurus penyempurnaan dubbing dan nambah-nambahin backsound yang unyu-unyu. Beberapa backsound diantara lain:
"Ada mbah dukun sedang ngobatin pasiennya... Konon katanya sakitnya karena diguna-guna..."
dan
"You are beautiful, beautiful, beautiful... Kamu cantik, cantik, dari hatimuuuhh"

Beberapa orang termasuk gua dengan ngoyonya ngumpulin kardus dan nempel-nempel buat jadi properti angkot. Ternyata gagampang buat bikin properti, dari kardus aja susah, gimana dari styrofoam. Setelah ngerasain capeknya bikin properti gua jadi agak kontra sama acara-acara komedi yang ngancurin styrofoam, yah you know lah...

Dan gua baru ngerasain kekuatan kardus dengan cara menjinjing kardus yang lebih gede dari badan gua dan naik motor ke sekolah. Bayangin aja, tuh kardus kan kelepak-kelepek kena angin padahal badan gua lebih kecil, gimana bisa... ditahan... Working with kardus is not always easy lah!

Sampe sekolah, waktunya kerja dengan latar. Dari 4 latar baru selesai 1, maka hari itu gua dan teman-teman berkumpul di atas kain putih besar sambil megang kuas dan ngewarnain latar bareng-bareng. Pawang dekorasi IPA 2, Fikri, dengan akrobatiknya lompat-lompat gakaruan macam anak breakdance lagi tampil... Beberapa bujang lainnya sedang memaku dan nyusun backstage dan semua cewek-cewek demprok main cat. Such a thing, personally I didn't stay so long, even until the twilight. But I did hear that some boys stay in the school working at the clothes until it finished (4 a.m in the morning). 4 thumbs up!

Di hari yang sama, gua galau. Salah satu kondisi ter-vulnerable hidup gua.
Gua pulang dengan langkah gontai. Capek... Lelah... Lesu... Lemah... Letih... Lemas... dan Galau.

D-Day.
Dari pagi tercium hawa-hawa tidak sinkron. Mulai dari Nulat yang ke sekolah bawa bantal dan muka ngantuknya yang supermelas di pelajaran pertama dan muka ketua kelas, Yuda, yang lecek gakaru-karuan padahal biasanya sumringah terperangah, apalagi muka pawang dekorasi Fikri yang ngantuk sampe ketiduran... Pelajaran pertama aja semuanya udah flirty-flirty ke guru yang bersangkutan supaya boleh prepare more buat nanti sore. Tapi apa daya yang boleh keluar cuman beberapa orang yang "daya guna"-nya besar buat merapikan arena pagelaran, akhirnya yang gaikut cuma mesem-mesem ikut pelajaran...

It was such a complicated day.
It was hard to walk and bring your heart moved from a place to another when it ached. You ran and your heart seemed like broken. And as your heart broke, nothing could stop you for a sad face, no matter how you tried to look happy. To look like you were still have so much stamina for doing everything.

Di jam-jam terakhir, rain started pouring over the world. Hawa-hawa dingin merasuk masuk ke balik baju koko gua yang kata cilek kayak baju orang mati... Tega. Gua jalan keluar kelas XII IPA 3 yang jadi showroom dan nulis-nulis di depan pintu karena ada kardus yang ga kepake dibantuin Lilik:

Ini jadinya! The name of our art project: Ali Babu dan Baskom Ajaib.
Just imagine: you stood in front of a classroom on the 4th floor and there was a heavy rain outside. Then your mind couldn't stop thinking what was he doing at the same time? Weren't they having a kind of nostalgia after half past a year they didn't meet?
And as soon as your job finished, you opened twitter in a hurry, tried to peep what was going on.
 And you started being crazy, refreshing the timeline for times in 10 minutes.

Like my friend said, "I can't let you do nothing because whenever you do that, your mind will fly over there"... No, I'm trying my best to not worry, to not afraid. But it's what you named with love. You worry much, especially about losing someone you loved.

Oke........ Ini sih bukan curhat colongan lagi namanya...
Pity side of me.

Foto-foto pas dekorasi sama perlengkapan udah rapi. Salahnya, gua lupa masukin foto pas sesi make-up... My fault *tepok jidat*
LTR: Rahma (Omex) - Fikri (Pawang dekor) - Bastian (Basty Boo)
Abis itu beberapa menit sebelum show harus mulai, kelas XI IPA 2 terjebak masalah konsumsi. Masalahnya, konsumsi dipegang Tisa dan konsumsi ada di rumahnya. Karena hujan yang berangin itu, muncul worry yang bikin was-was "Aduh... Konsumsi kok belom dateng-dateng ya... Kena hujan nih pasti, gimana dong? Este gimana ya? Mulai kapan ini? Kalo belom ada, jemput guru apa ga nih?"
Jejejejeng... *backsound tegang*

Akhirnya setelah ditunggu-tunggu, the star arrived! Dengan gaya super ngoyo 2012-nya Este-hh manis dua gelas dateng bak savior in the middle of the war. Semuanya basah kuyup... Terima kasih ya teman :__)
Then, the show should go on!
Here's the pics :)
Ratu Elikesabet.
Nah, apa yang gua bilang, Ratu Elikesabet minus narsis kan? Liat aja dari bajunya yang simple black dress gitu. This long dress looked simple but quite okay. The part I loved from this black dress is... Gaunnya panjang dan pas di badan Nadya Amanda. Karena kakinya panjang. Kalo gua yang pake pasti maksa. Karena... kaki gua pendek. Oke, ngenes :')

LTR: Ali Babu (Yuda), Udin (Syahrul), Dukun Jawa gaul (Nulat)
Ini... adegan joget-joget pas Ali Babu mau ke dukun buat nanyain dimana letak baskom ajaib atas order Ratu Elikesabet. Plis banget Syahrul ekspresinya gatahan minta digebukin.......... Alul nyante dong! (~>o<)~

Trio macan kalah!
Lebih fenomenal dibanding Iwak Peyek yang suka makan nasi jagung (atau nasi jamur? Entah, kesalahan ada pada kuping saya, sepertinya...) dan lebih disanjung!


Best scene ever setelah kemunculan Nulat, dukun gaul 2012 yang menggelegar sambil bawa sesajen pas backsound
"Ada mbah dukun, sedang ngobatin pasiennya... Konon katanya sakitnya karena diguna-guna... Sambil komat-kamit mulut mbah dukun baca mantra, dengan segelas air putih lalu pasien disembur, bur!"
Kemunculan Nulat yang bombastis dan hilang rasa malu karena adanya anceman-anceman:
1. "Gua males sama orang maluan, bukan temen gua!," kata Ira
2. "Kalo gamalu-maluin, gua bully lagi sampe lulus!," kata gua
3. "Kita semua tuh ngasih lo kayak gini karena pengen lo dikenang. Kan bakal terkenal lo di kalangan kelas X sama XI kalo berani malu!"

Sabar ya Nulat...

Ekspresi guru-guru pas nonton hasil dari script yang dibuat Manda, yang in fact jadi Ketua Pagelaran merangkap pencipta cerita Ali Babu dan Baskom Ajaib.

Adegan dimana Ali Babu dan Udin nanya letak Hutan Larangan dimana sama supir angkot (Fachmi)
See the kardus! Udah disulap pake cat sama Rahma (a.k.a Omex), Emi, dan yang lain-lain. Loud applause. Kebetulan angkot M24 adalah atribut 85 yang sering dihinggapi angkot jenis ini. Dan by the way I love the numbers... At that time made me sicker that before.
:__(

Adegan cinta lokasi di depan hutan larangan yang akhirnya jadi long lasting love and the start of a happy ever after life-nya Ali Babu dan Jasmine (Kartika). Disini sempet ada adegan
"Nelfon gapernah, sms gapernah!"
"..............Aku gapunya hape......."
ala Sule, Kimi, dan cowok tidak dikenal.
Adegan pas dua baskom ajaib ditepok-tepok dan keluar jin gaul 2012 dari baskom tepok (Posma)
berpakaian seronok dan menampilkan the hottest dance of 2012, sexy dancers kayaknya harus belajar dari Posma, karena tarian Posma ini membuat beberapa orang berpikir...
"Ini pentas seni macam apa..."

Tadinya, it had to be sexier because Posma had been ordered to be topless. Topless?
So this might call as the semi-striptease dance part! Bisa bayangin seseronok apa? .... Oke gua juga gabisa.

 
LTR:
Dimas Prasetyo (Pengawal 1), Fuzi Astuti (Penumpang angkot), Gamal Zulmei (Pengawal 2), Fachmi Maris (Abang angkot), Fikri Dzaki (Penganwal 3), Nulat Danur (Dukun Jawa), Prawira Yuda (Ali Babu), Kartika Khairunisa (Jasmine), Syahrul Prasetyo (Udin), Irawanti (Dayang 1), Nadya Amanda (Ratu Elikesabet), Dhea Imannisa (Ibu Ali Babu), Yuliana Kristina (Dayang 2), Posma Obed (Jin Gaul), Galang Ramadhan (Penjaga hutan)

Denger komentar tentang show. Yang tau gua yang mana, gua kasih aamiin buat doanya. Tapi mending gausah tau ya, soalnya gua jember banget disini... :_)

Project kita emang masih banyak kekurangan, dari masalah undangan, dekor, sampe penampilan, dubbingnya juga, but we were the first one having the turn! Bangga dan lega aja rasanya. Awalnya sempet kontra pas banyak yang milih urutan pertama paling duluan buat tampil, because I know decorating the room wouldn't be that simple. Tapi apa daya, we ran of time. 

Walau a little bit messy pas persiapan dan sempet ada perasaan semacam desperation dan temper yang naik turun, but in the end rasanya lega. Semacem "Besok-hari-tenang!". Manda juga sebagai Ketua Pagelaran gausah lagi khawatir soal tanggung jawabnya soal Pagelaran dan nama baik kelas. Selesai pagelaran, she was going to be free, same with us!

Pulang sekolah...
Hujan reda, hawa sejuk. I stalked again. Really, who the hell invented twitter?
Really, twitter makes us stalking much. Kepoan.
Padahal kepo ga selamanya bagus buat kesehatan. Ya, kepo itu hasilnya dua: kalo ga seneng, nyesek.
Dan kali ini entah kenapa... Entah kenapa...

Gua ngerasa kepo gua kali itu berujung lega. Maybe it was wrong but, I didn't know... I just felt that way. And thank you for whoever invented telephone. May God bless you, aamiin :)

Dan, 18 Mei 2012, semua bahagia. Lega. Dan... Ulangan biologi senin mendatangnya.
Be prepared, I thought the pre-UAS storm was about to come...
------------------------------------------------------------------------------

Basi ceritanya, but at least better late than never! :p
Ciao!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar