Senin, 08 Oktober 2012

A Hello from Senior

Okay.... Let me start this awkwardly. As what you can see up there, the title... I wrote it awkwardly.

Honestly, life is not so kind to me nowadays.
Karena intensitas tugas yang bertambah sementara intensitas waktu semakin kejepit, kamu sempet terbengkalai ya, Blog. Bener gaada niatan untuk melupakan kamu, but what I feel lately, it's like running at a treadmill. You should run no matter what or you'll fall. Just like that, exactly.

Kelas 3 ini gua hengkang dari skyline penuh asap pabrik, menuju ke tempat dengan skyline gedung tinggi. Gua berpindah +- 20 km, mendekat ke sekolah di karenakan satu alasan dangkal yang mungkin bener... Gua takut keteteran kalo sekolah dari rumah gua yang jaraknya hampir setengah farsah. Karena kelas 3 ini, gua menjamin bahwa kehidupan gua akan jauh lebih bombastis bikin hati terkikis... And I was right.

Kelas 2, kerjaan gua Cuma ngeluh. Kalo malaikat gapernah berhenti tasbih, gua gaberhenti ngeluh... Ya perbedaan ironis. Bisa dibilang gua adalah tipe pelajar yang ke sekolah Cuma bawa raga kopong: sambil menyeret kaki gua ke lantai 3 dengan tentengan yang banyak, gua setiap hari ngarep pulang cepet. Such a fool, tapi gua sadar kelas 2 adalah titik jenuh gua, dimana semua tugas numplek jadi satu dan semangat muda gua yang meletup mulai redup gitu aja, kayak api di spirtus yang ditutup, pluk, mati apinya.

Kelas 3, gua mencoba untuk punya semangat baru, mencoba merombak kulit luar buat seenggaknya, sedikitnya, berevolusi, dan akhirnya gua sadar bahwa kelas 2 emang seemed harder to breathe, but this senior year I have no time to breathe. Gua berpacu bagai kuda balap yang dipecut sama majikannya supaya selalu jalan lebih kenceng, bedanya, kalo kuda pacuan matanya diganjel kacamata kuda, kalo gua matanya jelalatan, makanya belok sana-sini... Jatohnya kayak kuda mabok.

Tiba-tiba, saat berpacu dengan waktu sampe setengah sakit jiwa, tiba-tiba ada pemilihan gubernur. Tiba-tiba semua orang ngeributin Putra-Putra daerah saling bersaing buat memperebutkan kursi paling gengsi seantero Jakarta. Kursi yang katanya nilai bulanannya 8 juta tapi sambilannya lebih gede dari gajinya... Dan tiba-tiba gua dapet kartu oranye yang bertuliskan GRATIS BELAJAR 12 TAHUN.

Governor (now, surely an ex-governor), I didn't really know what was on your mind.
Sebagian ibu-ibu rumpi yang gua kupingin di halte bergosip kesenengan, katanya sih bisa ngemat anggaran rumah tangga, tanpa tau anaknya ngerasa hopeless setengah mati karena gabisa nyalurin aspirasi. Trinity said, "When you pay peanuts, you get monkey". Agreed. Ada uang, ada kualitas. Tanpa uang, mau aspirasi gimana? Toh acara yang berbau masa muda juga gaada. Lumut kerak jamur di sekolah...

Dan pikiran gua melayang ke lo, Blog. Selama ini, gua selalu nulis acara sekolah di badan lo ini.
And now with this FREE-DOM, what should I write here?
Dan gua siap melambaikan tangan ke Proteksi, HUT, Bulan Bahasa, dan acara-acara lain yang jadi penghibur lara dan penyelamat dari kejenuhan rutinitas belajar. Gua berpikir dengan menangnya Bapak Solo, sekolah gratis gaakan sebegitu menyengsarakannya lagi, tapi sampe detik ini, well... We hear nothing, what we hear nowadays is just sort of people who full of sins talking that our corruption-buster-organization is a criminal. Well, governors, you can't fool anyone with the criminalization thing------ you make us more aware.

Forget the free school life, and forget what governors said on TV.

So far, kehidupan gua di kelas 3 SMA is really dynamic yet boring sometime.
Sebagai anak kelas 3 yang sedang was-was akan 20 paket UN, gua ikut bimbel, plus PM, dan mulai berlaga ikut open house kampus atau bedah-bedahan, sembari nyari calon tempat di masa depan gituloh... Kelas 3 itu, such an uniqueness. Saat lo lagi was-was, tapi kebandelan lo lagi memuncak, kesengaan lo lagi bergolak karena jadi yang paling tua seantero angkatan, dan lo lari kesana kemari ngerjain tugas dan ulangan. Belom lagi ditambah acara hajatan ulang tahun yang bergelimangan dan menjanjikan perut yang kenyang, plus pacar yang selalu ada setiap lo seneng atau sedih, dan selalu menyemangati lo dari belakang, gapeduli seberapa seringnya lo ninggalin dia tidur... Dinamis dan terus berputar ---- Kehidupan kelas 3 itu kayak gasing.

Tapi ada saat dimana "Oh, my back... It's so damn hurt, I can't move!", "Oh my ass... It's getting a migrain, how can this seat become so uncomfortable?", "Oh God, how much assignment we will bring home today?" ada aja dah keluhannya.

Terkadang, kita duduk dan diem, mandangin langit malem sepulang les dan mendapati gaada bintang disana. Terkadang, di setiap langkah ke musholla dan di setiap doa selesai shalat dzuhur berjamaah, angin membelai rambut. Terkadang kita berdiri di koridor dan ngeliat wajah-wajah baru junior yang masih pada polos, dan kita berpikir...

"Hey, I've been here almost three years. Is what I do now enough for passing me out from here someday?"

Karena dibalik semua kedinamisan, keseruan, dan segala macem hal baru yang kita coba di SMA, waktu tetaplah waktu ------- It can't wait. If it runs, we should run, or we get left behind and waste all of what we have. Time walks, people come and go, things changed. Waktu berjalan, kita pergi dan junior baru masuk, dan semuanya berubah. And in this post, in every pray I whisper...

I hope we can always move forward and soon, we can pass all these things, and get a mark "PASSED" of National Examinations in the graduation certificate.
And sooner, I hope we can find a right way which lead our happy-ever-after future.

And, well, thank you Firdaus, for always staying with me, dedicating every minute of your life for my success in the future, and for always paying attention. You're my man.

May God bless you all.
May God listen your prays.
Aamiin.

Then, Photobucket 
Selamat UTS!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar