Minggu, 24 Maret 2013

Hai, dari mobil retro dan dandanan super.

Selamat sore, assalamu'alaikum...

Bon bon, a tout le monde... Apa kabar? I hope everything's good now, for your life, of course. Mine is quite miserable right now, yeah, because of stupid things I've done to someone, and those stupid things made a stupid fight because of stupid reason. Ya, above all, this stupidity comes from a stupid girl who write this now.

Skip. *plop*
Dari kemaren gua mengalami rasa yang jenuh sangat. Gabohong. Setiap hari ketemu guru-guru yang mukanya sama, dengan pelajaran yang itu-itu aja. Sementara guru biologi yang pada kenyataannya sangat baik hati menerangkan pelajaran, rasanya pelan-pelan gua mengalami pembusukan dan bakal dihinggapi dekomposer untuk diuraikan jadi butiran debu.
And I know one thing, when life's too bored, it's a sign that you should write.
And here I am, sitting all alone, waiting for the teacher in the course, and write.

------------------------------------------------------------------------------------------------
Februari 24, 2013
Tlululululut....
"Happy anniv, bro..."
............."Cie yang hari ini foto BTS"
......................."Kamu sayang aku? Kalo ya, pilih mana hari ini, ketemu aku atau foto BTS?"
.................................."HAHAHAHAHA bercanda lah, foto BTS gih!"
Suara renyahmu di dini hari tanggal 24, ramah menyapa telinga, membuat mata terbuka membuat hati megap-megap terbang melayang.

B.T.S Buku Tahunan Sekolah.
Buku yang memuat penampilan lo dengan gaya berbeda, bukan lagi seragam lusuh yang biasa lo pake ke sekolah, yang untuk beberapa orang sudah menguning dengan kerah yang sudah sobek.
Buku yang kelak akan lo pamerkan ke anak lo dengan bangga sebagai tanda bahwa lo pernah muda.

Menurut beberapa orang, pemotretan BTS sangat sakral dan prestisius. Maha, gitu. Menurut gua, pemotretan BTS spesial, tapi ga se-maha itu. Makanya dengan tenang gua memilih baju, malah dengan terlalu santai nyaris gapeduli. Semenjak gua lahir, baju-baju benci gua, atau gua benci baju-baju. Kita gapernah temenan. Akhirnya, malem sebelum BTS gua kena damprat temen se-frame, "Baju lo kayak kondangan!".

Jelas dari sini gua menangkap selera gua jelek banget, karena tema kelas gua "Classic Otomotif" dimana gua bakal foto sama mobil jadul, bukannya tema "Kondangan".

Paginya, gua kayak mau pulang kampung, berasa mbok mau mudik ke Jawa nunggu bis di Rest Area dari pagi buta. Bawa tas gede pula. Akhirnya setelah matahari nyengir, Fikri si raja poni baru muncul dari negeri antah berantah, dan berangkatlah gua.

Gonna tell you by photos, sebelum gua mengetik terlalu banyak! Hahaha


 photo DSCN9907_zps1fadad54.jpg 

 photo 968d4f3c-d9d6-4018-ad96-66b132a4bf55_zps3fed496c.jpg
Setting yang ini di rumahnya Kipoh. Khusus untuk anak-anak rebel yang pake jaket serba gahar.
Nunggu geng motornya dateng ngabisin waktu seabad... Cuacanya panas dan semua make up luntur-lunturan. Yang foto sama mobil cuma bisa manyun ngipas-ngipas karena make up meleleh kena panas...
Dari sini akhirnya muncul bisikan gaib ke telinga gua, kalo nanti gua udah lulus SMA, gua mau beli peralatan make-up sendiri terus belajar make-up.
I feel comfortable when I'm under make-up. I feel like pretty. And now I completely know the reason why some women can spend hours to get themselves covered by make-ups.
Everyone says the beauty comes from the heart, yes it's true, but since appearance is also important, please don't be unrealistic.

Kapan lagi bisa foto sama Harley Williams? ...........Okay, Davidson.

Setelah akhirnya menghabiskan waktu di rumah Kipoh, numpang tidur-tiduran, numpang ngabisin aquanya, numpang ngeberantakin kamar tamunya, akhirnya pasukan menuju ke L.A alias Lenteng Agung (Lost Angeles) untuk menggenapi sesi foto dengan mobil-mobil jadul. Yes, my turn. Setelah rok gua ketumpahan bumbu rujak, rambut gua acakadul, dan setelah eyeliner gua rontok-rontokan... Ya, my turn.
Setelah sampai di LA, cuaca agak gloomy. Gah, mungkin cuacanya ganti shift. Dan kaki gua sangat sakit karena gabiasa pake heels. Padahal heelsnya ganyampe 30 senti, tapi tetep aja rasanya kayak tumit gua ada di atas beling yang dikasih api. Suhakhiiiit... -_-

Karena keterbatasan lahan foto, akhirnya kita numpang foto di lahan ABRI. Yes, it caused a problem later, biasalah ABRI recet karena gamau markasnya diketahui musuh, padahal fotonya juga cuma di depannya gasampe ke dalem. Disini, semakin bulet tekad gua untuk belajar me-make-up diri sendiri, karena kasian sama temen gua yang jago make-up, Deanira, karena kelimpungan make-up-in temen-temennya padahal dia sendiri belum ngapa-ngapain. Uuuu Dea, lo hebat! ({})

Kelompok gua foto sama mobil hijau, padahal mobil yang merah itu bener-bener glossy, hot, dan sexy! But it was okay, yang mana juga gamasalah yang penting foto karena tumit ini sudah meronta minta dijejelin ke sepatu biasa...

This kind of face makes me sick.
So the poser (Nogie) asked me to do some exotic (hell yeah!) face, like... Judes face. I don't know why we should, actually... Because this book is gonna be the last book of high school and I don't want people to remember my ugly face. But since milk has turned into yogurt...
They said I've done it perfectly, entahlah ini pujian atau hinaan terselubung. Tapi yah... Kentang sudah menjadi french fries, jadi yasudahlah!

 Girang bener sih, Mbak-Mbak...

N.G.O.K
I hate my face. Seriously that was because I was tired with the heels.
 
 photo IMG_7912_zpseedb2aaa.jpg

 photo BTS_zps7e2d2215.jpg


Like I told you there was a problem with the cops and in the name of nation's safety, some of us who owned a camera should collect our cameras and got our photos deleted. Kecuali di kamera fotografer BTSnya. It felt annoying to realize that you had taken many photos and it ended up deleted. Untungnya hal ini tidak terjadi setelah ada perundingan, perembukan, kongkalikong, dan kedip-kedip mata, fuh!

Setelah itu kaki gua melakukan pendalatan mulus ke dalam sneakers dan akhirnya makan! Gua makan membabi buta sebelum terserang masuk angin, karena temen semobil gua udah pada masuk angin. Pulangnya, we played jebot champion game and the one who lost the game must embarrassed himself. Seperti gua yang teriak ngatain orang "WOY MBAK ALAY LO!" atau Nulat yang mau manggil mas-mas tapi kesannya kayak orang minta tolong pas lagi dicabulin "MAAAAS.... MAAAAASSS!!!!" atau Sinta yang godain abang-abang, "GODAIN AKU DONG BANG!" Pokoknya semua harus dilakuin sampe orangnya nengok, ngeh, dan nyadar. LOL.
Sampe di depan TA dan layar raksasanya, gua teriak "I LOVE YOU JAKARTA!"

Dan di mobil Innova Nulat, semua kecantikan Jakarta di malam hari, sebuah masa manis SMA, started to leave us. We passed through the lights and dimensions. We passed today, but we kept going on. Who knows what tomorrow could bring?

But Friends, tonight I feel Infinite

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar