Sabtu, 20 April 2013

That melancholy when something's over.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
(May God's bless always be with you)

I don't really know what to say, but since there's an internet connection surrounding me, and I know that for me internet connection is rarely found... So I decide to write.

Have you ever came closer to television this week? Yes, you might find some news spreading around about the national examination. YES. THAT NATIONAL (FAILED) EXAMINATION. Using 20 types of questions so there was no one could get the same type of question in the class. Using bar code so we couldn't recognize what type we got. If you wanted to cheat, it would be harder than just worked on it!

English melulu, yuk pake bahasa Ibu.

Jadi ceritanya seminggu ini gua mangutuki segalanya. Mengutuki gua bodoh fisika dan matematika. Dan mengutuki pembuat soal yang menciptakan beberapa mata pelajaran lebih susah dibanding try out. Try out aja ngerjainnya udah ngais-ngais, lah ini fisika lebih susah dibanding TO. Keji.
Ditambah lagi, pas gua hapus LJK-nya kertasnya ngelopek. I had no idea why did the minister think to use the same type of paper for both of the answer sheet and the question sheets. THE SHEET WAS SHIT. And after that most-important-4-days in my high school life, I'm officially unemployed.

Some people who read this blog might consider that I often wrote here how I really wanted to end my high school and now I regret to say that. Berkali-kali gua bilang "ayo dong buruan selesai... Gua udah gatahan sama PR yang membanjir..." atau apa, tapi sekarang gua baru tau rasanya meninggalkan sesuatu yang biasa dijalani.

Rasanya aneh, pas hari terakhir belajar di sekolah. Rasanya enggan pergi, tapi gapergi juga ogah. And there was a sadness I felt like, when something was over.

Gaada lagi coret-coret di bangku sekolah atau tidur saat jam pelajaran terakhir, gaada lagi ledek-ledekan karena boker di wc sekolah, dan gaada lagi pacaran di jam istirahat. Gabisa lagi makan rame-rame di kantin kalo gaada guru, dan gaada upacara bendera, distrap karena gapake atribut upacara.

Gua sedikit tau tentang dunia kuliahan, dan berpikir sepertinya dosen gaakan seperhatian atau sebawel guru, karena ketika kuliah, kita dianggep dewasa. Walaupun guru-guru selalu bilang "kalian ini kan udah dewasa, udah ngertilah..." tapi mereka masih seperti pelindung yang kasat mata.
Akhirnya di hari terakhir belajar di SMA, gua sadar bahwa sebenernya sekolah adalah tempat yang sangat aman dan penuh perlindungan, benteng terakhir gua sebelum gua terjun ke masyarakat.

The mountains. The wind. The sunrise. The noises. The views. The pressures. Even the boredom.
You will be missed. :)

 photo yeahyoullbemissed_zpsf375d5e9.jpg

Dear Friends,
 photo bloom_zps5ce23d4c.jpg 

I really hope we will have a real graduation and officially passed. I wish you joy and happiness. And may a good future belongs to us. Amen.

Oh ya, recently spent some free ticket to watch with Kakdaus and watched JAVA HEAT.
Film-nya bagus, tapi yang nonton kosong melompong. Ceritanya sangat Indonesia walau yang ngegarap orang Amerika. It exposes Java culture and Atiqah Hasiholan was really beautiful. The actions are enough to watch and Kellan Lutz was so-America and so gahaaaaar! My favorite scene is when it took place in Borobudur, where there was a celebration with flying lampions and Atiqah Hasiholan (played as Sultana, the queen of Java) was kidnapped by Mickey Rourke (played as Malik, an antagonist who suffered pedophilia).

Indonesia patut berbangga hati, karena Jogja jadi setting utama, dan satu-satunya di cerita ini. Jogja-Magelang seengganya. Patut berbangga hati karena keindahan negeri kita dan kebudayaan kita disorot oleh sineas-sineas bule, dan banyak pemain dari Indonesia yang dipake di film ini. 

Beberapa orang skeptis karena film ini garapan bule, bukannya orang Indonesia, dan katanya biasa aja gamembekas di hati. Buat gua, film ini emang action, dan action itu ya action, adegan fisik dan baku tembak, tapi yang patut gua acungi jempol adalah penyorotannya yang indah, apalagi pas matahari terbit di Borobudur dan festival lampion. Scene dimana orang-orang kraton nembak pake Bazooka (padahal biasanya mereka sangat sopan) dan Mickey Rourke berjalan like a boss setelah (nyaris) membunuh orang juga membekas banget. Budaya Jawa-nya juga kentel banget, lebih kentel dari pada susu kental manis! *eh.

Silahkan nonton dan feel the heat
dan silahkan mau merasa nasionalis atau tidak!

Salam, 2013. Lulus 100%.
Semoga saya bisa melakukan usaha maksimal untuk masuk UI dan berhasil jadi mahasiswanya, aamiin.
Insya Allah (God's Willing)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar