Senin, 01 Juli 2013

June, full of sadness... Well now's July!

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hai!

I'm officially welcoming July!
Juni, penuh perjuangan, penuh ketidakjelasan, penuh ketergantungan, penuh drama.
Patah hati, gagal, tangis, senang, nostalgia masa SMA, dan perpisahan... Well June, you waste my tears.

Juni membuat gua sangat cengeng - gua orang yang sangat mudah menangis, well it's embarrassing, no doubt gua menemukan nama Fragile Melancholy. Udah melankolis, rapuh pula.
Pertama, Juni membuat gua harus say goodbye sama temen-temen SMA. Ya, temen-temen sinting yang kerjaannya main-main dan pacaran dan seterusnya, sangat solid terutama saat ngombe makanan dan jorok menjoroki teman lainnya. Ya, beberapa dari mereka emang ga gua kenal, tapi lebih banyak gakenal gua, I'm not popular at school. Dan beberapa annoying. Tapi kalo berpisah, hendaknya baiknya aja yang diinget kan? :)

Ini video angkatan gua. SMAN 85 Jakarta 2013.  Yang ngedokumentasiin dan ngedit kebanyakan temen sekelas gua, si Raja Poni, Fikri Dzaki. Bagus Fik, gua suka!

Kedua, Juni membuat gua harus say goodbye sama kontrakan. Setahun ini gua tinggal di kontrakan karena punya rumah di tempat jin buang anak. Jadi anak wild and free. Pulang sesuka hati, pergi sesuka hati, dan tentu saja membuat gua menjadi pencari wi-fi. Buat ikut try out online gua harus numpang nge-wifi di rumah orang atau di tempat les karena jaringan modem di kontrakan super lemot 2013.

Ketiga, Juni membuat gua harus say goodbye sama laki-laki itu. Yep, after almost 3 years.
I can't say more but I just can tell you that I'm the one who is really guilty and should be responsible of disasters happened in our relationship.

Keempat, Juni membuat gua harus say goodbye sama tempat les. Gua les di SSC Joglo. Di deretan ruko yang selalu dilewatin metro mini 70 tapi entah kenapa lingkungannya sepi. Karena prospek yang tidak menjanjikan karena lingkungannya sepi, maka SSC memutuskan mundur dan angkatan gua adalah angkatan terakhir di Joglo. Nanti kalo kuliah dan mau nostalgia, gaada lagi tempat les disitu, yang ada cuma ruko kosong tapi banyak kenangannya.

Gua yang awalnya ga antusias menelusuri Jakarta Barat, eh meninggalkan Jakarta Barat dengan harapan gua akan kembali punya selintir dua lintir kisah manis lagi di sana, nanti kalo udah sukses.

Baru berapa hari gua officially leaving my life in West Jakarta, gua udah kangen lagi sama St. Moritz dan lampu-lampu kecilnya. Gua juga kangen makan Sop Ayam Pak Min, terus minum es kelapa, nongkrong di warung jam 8 malem, dan juga ngeliatin bintang-bintang merah, yang ternyata lampu dari pemancar-pemancar.
Tapi lebih kangen sama orang yang nemenin kegiatan-kegiatan itu sih... :/

Udah ah nge-galaunya, Din. Life is too short to be sad about many things.

Rencana Juli:
Nyicil belajar bahasa Itali dan ngelanjutin belajar bahasa Prancis lagi.
Meng-eksplor Adobe Photoshop lagi.
Menggunakan kamera dengan sering lagi.
Mengurus blog lebih sering lagi.
Ke pameran flora dan fauna di lapangan Banteng.
Ngumpulin order Oriflame sebanyak-banyaknya supaya pas lebaran gua bisa mandi pake duit.
Nepatin janji yang belum ditepatin.
Mau coba cari toko baju + sepatu yang murah dan bagus.
Reaching a love ..................... well, maybe.

Harapan Juli:
Puasa diterima sama Allah, diampuni pula dosanya dan memborong pahalanya.
Tembus PTN. Lulus SIMAK Universitas Indonesia, ya Allah.
Bisa membuat diri sendiri dan orang sekitar bangga.
Rezeki dan keberuntungan ditambah.
Bisa...... reach a love. Well, maybe. What if he's moving on?

Oh ya, bagi yang mau tau dan bisa nebak gua tinggal dimana, gua kasih seceng. Nih clue-nya!

Haha, with all these (lack of) clues, can you guess where I am?
Oh iya, ada salam juga dari makhluk kecil berbulu yang sering gua tinggal ini, ini nih katanya: 

Haha pos kali ini random, but if it's not random then it's not me.
Selamat living a life!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar